Tag

, ,

Belajar Bertanam Petunia Yook

petunia ungu

Berawal dari postingan Membijikan Bunga Petunia Ala Emak Oma Kebun…… Sukaria berhasil membijikan bunga petunia dan menyimpannya dalam bungkusan kertas tisue hingga terlupa menanam. Padahal penyimpanan dalam kertas tisue yang terlalu lama menurunkan daya hidup si biji. Apabila berencana menyimpannya lebih baik dalam kondisi kering dalam plastik flip.

Berawal dari indukan

Ya wis mengulang proses membijikan. Bermula dari 5 pot indukan dari kios bunga di Kopeng. Dilakukan adaptasi dulu mulai dari agak teduh hingga bertahap menerima cahaya penuh. Pot cukup digantung di pagar teralis. Olala bunganya merimbun aneka warna.

Petunia merimbun

warna-warni dalam pot

Bahkan dari 1 tanaman keluar varian warna. Kalau kita membeli benih berlabel, akan dihasilkan warna bunga sesuai label dengan kadar kemurnian tinggi. Namun karena saya membeli asal tanaman dari kebun pedagang yang tidak melakukan pemurnian biji yah peluang munculnya warna silangan.

Petunia menggantung di pagar

Di sela kerimbunan bunga terlihat kotak buah dari menghijau hingga menguning dan akhirnya kecoklatan hampir meletup. Segera dipanen agar biji tidak terburai. Mari siapkan tempat persemaian. Bisa menggunakan tray atau wadah lain. Mbak Im asisten di rumah cukup menggunakan besek. Media tanah gembur plus kompos. Biji yang halus ditaburkan dan ditutup tanah sangat tipis.

Petunia….bakal panen biji…

buah petunia menua dan biji siap tanam

Nah beberapa waktu sudah merimbun hasil persemaiannya. Setelah siap pindah tanam, bibit dipindahan ke pot berukuran sedang dengan media tanah gembur plus kompos. Secara berkala sisiram dengan air berurea 0.2% dan setelah agak esar mari tambahkan NPK untuk merangsang pembungaan.

Persemaian petunia hasil panen biji

Petunia hasil penanaman benih sendiri

Nah kan si mungil telah belajar berbunga. Horeee ini adalah petunia hasil penanaman dari biji yang dihasilkan sendiri. Karena saat panen tidak dipilah asal biji apalagi dicatatnya yah kami bersiap dengan kejutan aneka peluang warnanya alias obar-abir.

berani berbagi petunia

Melihat pot penuh bunga merimbun beberapa sahabat anggota Dawis ingin mencobanya. Mari kita belajar bersama. Minta tolong teruna kebun untuk drop 30 pot bunga dibagi ke beberapa ibu. Olala beberapa laporan masuk. Waduh koq kurus karena kurang sinar. Yuuppetunia suka dengan cahaya penuh.

Ada lagi yang menanyakan tidak perlu peremajaan kan. Ooh ditambahkan penjelasan, bunga petunia ini termasuk tanaman semusim sehingga hanya hidup dalam 1 siklus. Tumbuh, berbunga, berbuah dan berbiji lalu mati. Tidak seperti bunga mawar yang tinggal pangkas.

Petunia gantung

Hiks kurang cocok buat model saya yang malas gonta-ganti tanaman. Nah sisa dari tanaman yang dibagikan kami tanam dengan model gantung di pipa besi. Koq rasanya kurang pas digantng di pagar. Nah kan karena posisi pipa besi agak ternaungi di teras si petunia jadi kekurangan cahaya sehingga kurang subur.

Tapi harus dicoba kan ya. Apalagi kini jelang musim penghujan. Si petunia cukup peka terhadap siraman hujan langsung sehingga perlu dianungi.

Nah ini baru belajar berjuang menanam dan menghasilkan biji lalu menyemaikannya dan menanam ulang sehingga tidak selalu membeli usai tanaman berbunga. Sebenarnya tidak terlalu sulit hanya membutuhkan ketelatenan.

Terbayang para sahabat di negara 4 musim yang sering harus bongkar dan tanam ulang aneka bebunggaan bunga semusim sesuai dengan kecocokan waktunya. Hasilnya sih cantik sekali semisal bunga musim semi, mari tengok tulip maupun Hyacinthus.

Oh ya tidak harus digantung loh, ini petunia tumbuh subur dalam keranjang. Salam petunia..

Keranjang sawi pagoda, kembang petunia dan tanaman gandum