Tag

, , , , ,

Bunga Parongpong, Di Dusun Bambu Kita Bertemu….

Berbekal kata kunci: blogger asal Parongpong, crafter, pengabadi keindahan melalui lensa kamera pastilah setiap sahabat akan merujuk pada paket trio DF2 atau DeyFikriFauzan. Yup ini postingan kisah perjumpaan dengan Jeng Dey tentunya bersama Aa Fauzan di Dusun Bambu. Berpandukan WA kami saling berkomunikasi, duh senangnya bisa berjumpa Aa nu kasep kebanggaan keluarga.

Kembali merasakan eloknya persahabatan blogger, serasa mengenal keluarga melalui karakter postingan. Berendeng kami bertiga menyusuri Dusun Bambu, beneran nostalgia setiap Jeng Dey berseru Aa jalan …. ulah berlari … teringat rynari kecil kami yang sepasang kakinya juga tersetel dengan mode berlari. Kagum dengan tanggap Aa Fauzan yang memberi ruang kepada Ibundanya ngobrol dengan sahabat, bahkan memotret kami berdua [urusan foto kopdar Dusun Bambu pasti tersaji manis di blog Jeng Dey] Sewaspada apapun kami sempat juga muncul scene tak terduga duh perjaka kecil lincah kami terjatuh, sambil mengulum guilty feeling saya sedikit menjauh memberi ruang keberduaan dekapan Aa dan Bunda. Desahan lega terlontar saat Aa kembali tersenyum, kagum dengan kesabaran dan kiat Jeng Dey menghandle Aa Fauzan, kami saling ber WA meminta  Jeng Dey memantau bila ada memar mengingat kebiasaan perjaka kecil kami juga tak suka lapor sakit. Ini dia sebagian yang kami lihat di sela obrolan kami…..

Dusun Bambu 1-konservasi bambu

Dusun Bambu – konservasi bambu

Dusun bambu adalah ekowisata dalam bentuk konservasi bambu dengan penerapan konsep 6E yaitu: Ekologi, Edukasi, Ekonomi, Etnologi, Etika dan Estetika. Lokasinya berada di jalur Cimahi-Lembang, Jl Kol Masturi Km 11 Situ Lembang, Bandung Barat. Berbekal tiket seharga 10 K pengunjung dapat sepuasnya menikmati panorama alam.

Dusun Bambu 2 Telaga Purbasari

Dusun Bambu – Telaga Purbasari

Telaga Purbasari. Baiklah kami mulai dengan sisi etnologi berbasis cerita rakyat Pasundan yang dikemas dengan apik melalui Kisah Purbasari. Puteri bungsu rupawan, budiman yang menerima estafet tahta kekuasaan Prabu Tapa Agung dan mengundang kecemburuan Purbararang sang kakak tertua yang secara adat semestinya menjadi pewaris tahta, sayang terganjal oleh perangainya yang kurang terpuji. Bila cara adat tak dapat ditempuh, cara alam yang digunakan, melalui perantara ramuan dukun sihir yang bisa dibeli dengan kekuasaan, alkisah Puteri Purbasari menderita penyakit bentol hitam disekujur tubuhnya dan dinyatakan tak layak memimpin tahta. Puteri tersingkir di rimba belantara, menjadi anak didik alam hingga saatnya masa terbuka, pemulihan didapat saat mandi di kolam berair wangi. Scene tersebut diabadikan dalam spot Purbasari. Di spot cantik inilah saya berkesempatan menjadi foto model dadakan fotografer handal dari Parongpong, pun saat Aa Fauzan mengabadikan kami berdua,

Dusun Bambu 3 Bukit berbunga

Dusun Bambu – Bukit berbunga sedang berdandan

Bukit Berbunga, dari mana air wangi mengalir. Bila telaga (buatan) Purbasari terbentuk tentunya ada aliran sungai yang masuk. Kaki lincah mungil Aa Fauzan menelusuri aliran berair jernih penuh dengan bebatuan yang menanjak ke arah hulu. Taman alam yang ditata dengan kekuatan kali dengan jembatan lengkungnya. [Jembatan perekat kenangan saat Aa Fauzan bersedia foto bersama budhenya] Semakin ke atas olala terhampar bukit berbunga yang saat kami datang sedang sibuk berdandan, semoga saat lebaran nanti menyuguhkan puncak keindahannya. Inikah jawab dari wanginya air Telaga Purbasari? Karena mengalir dari bukit berbunga, melarutkan sari kebaikan bebungaan. [Semoga imajinasi tukang kebun ini tertangkap dan diwujudnyatakan melalui pengelolaan taman tropis dataran tinggi yang elok, sehingga konsep ekologi maupun estetika terangkum indah]

Dusun Bambu 4 Lutung Kasarung

Dusun Bambu – Lutung Kasarung

Dusun Bambu 5 Pondok Lutung Kasarung

Dusun Bambu – Pondok Lutung Kasarung

Lutung Kasarung. Loh siapa pemrakarsa telaga wangi pemulih Purbasari? Konon dialah Lutung Kasarung, putra Dewata bernama Pangeran Guru Minda yang turun ke arcapada mencari cinta sejati yang ada pada Putri Purbasari. Melalui restu ibundanya Sunan Ambu terciptalah taman elok dan telaga wangi. Kisah ini dilekatkan pada zona Lutung Kasarung, pondok dahar eksotik di pepohonan sekian meter di atas tanah. Bagi pengunjung yang tak hendak bersantap cukup menikmati keelokan pondok demi pondok yang dibalut rerantingan pohon melalui jembatan gantung hingga ujung. Visualisasi dari cerita rakyat, cara leluhur menanamkan budi pekerti secara halus tanpa frontal dar der dor, dengan cara arifnya alam mengajarkan setiap kebatilan tiba saatnya terungkap. Tidak serta merta Purbararang mengakui kecurangannya. Melalui adu kecantikan fisik (panjang rambut hingga ketampanan pasangan) pengingat betapa sering kita mengedepankan ukuran lahiriah yang berujung pada unggulnya kebaikan hati. Pada saat hukum alam balas dendam dapat diterapkan, Purbasari memilih hukum kasih melalui pengampunan yang setara dengan sister forever, pembelajaran etika budi pekerti yang luar biasa. [Jembatan gantung pengingat ketabahan Aa Fauzan menahan tangis walau jatuh, budhenya sedikit menyingkir menahan haru melihat bagaimana Jeng dey mendekap menyalurkan kekuatan bagi perjaka kecilnya, ruh kasih Purbasari yang melingkupi hati seorang Ibu] Kebayang seandainya etnis etis ini diolah oleh Dusun Bambu melalui suguhan Theater, sendratari minimalnya booklet mini cerita rakyat yang disatukan dengan tiket masuk.

Dusun Bambu 6 Pasar Katulistiwa

Dusun Bambu – langit Pasar Katulistiwa

Pasar Katulistiwa dan Burangrang Café. Lelah berjalan silakan mampir ke Burangrang café… Burangrang gunung pasangan Tangkuban Perahu yang terbentuk dari tumpukan ranting sisa papan pembuat perahu dari kisah Dayang Sumbi – Sangkuriang. Pasar Katulistiwa dengan aneka sajian etnik, serta kuliner nusantara. Menemani Aa Fauzan berbelanja ketapel, saya tertarik dengan tampilan sang penangkap mimpi (dream catcher) yang dipercaya berasal dari suku Indian.

Dusun Bambu 6 dream catcher

dream catcher

Memerangkap mimpi jahat dalam jalinan temali yang akan musna saat terkena sinar matahari pagi, meloloskan mimpi indah menjadi kenangan sepanjang masa. Bukankah ini berlaku bagi kami minimal mimpi saya berjumpa Jeng Dey dan Aa Fauzan? Memerangkap mimpi Purbararang dan mewujudkan mimpi Purbasari melalui bantuan Lutung Kasarung. Semoga juga memerangkap mimpi kerusakan alam daerah lereng pegunungan dan meloloskan mimpi pelestarian alam melalui penerapan konsep 6E secara seimbang dan terpadu? Semoga. [Hatur nuhun pisan Jeng Dey jeung Aa Fauzan untuk kebersamaan singkat yang sungguh berkesan, diantos di Salatiga]

Postingan terkait Milang Lembang
Milang Lembang
Amazing Farm, pabrik sayur di Cikahuripan Lembang
Bunga Parongpong, Di Dusun Bambu Kita Bertemu….
Lembang Floating Market: Membingkai Pesona Situ Umar
Semalam di (Cikole) Jayagiri (Resort) Lembang
Belajar dari Labu Kuning (Cucurbita moschata)