Tag

, ,

Jalan Pagi Saat Pandemi

Jalan pagi pinggir sawah

Saat pandemi sangat mengurangi pergerakan. Eranya bekerja dari rumah, mengurangi bepergian ke tempat yang ramai. Termasuk jarang jalan pagi. Eh koq kangen banget jalan pagi, mari dipilih jalur yang sepi. Bagaimana kalau ke sawah dekat rumah?

Parici…….

Terpampang papan penunjuk Parici. Rasanya belum lama buka jelang pandemi. Banyak teman cerita suasana alami. Belum sempat nyambangi sudah tersiar ikutan senyap terdampak pandemi. Tergoda oleh pewarta aquaponic market, yook disigi keberadaannya.

Menuju Parici….

Menyimpang dari jalan raya, menyusuri jalan kecil yang asri mengikuti aliran kali kecil. Biasa simbok kebon terpikat dengan tanaman pagar pinggir kali. Kembang wora-wari bang alias sepatu merah tumpuk pagar masa kecil yang langsung dikenali. Lainnya difoto dulu siapa tahu ketemu namanya.

Tanaman pagar pinggir kali

Tidak terlalu jauh dari jalan raya, terasa bentang lahan yang berbeda. Beneran pinggiran pemukiman, menjejak tegah sawah. Ide yang cemerlang, kawasan makan di tengah sawah. Suara kwek kwek candaan bebek yang bermain di sawah dan selokan menyambut tetamu.

Kwekkwek bebek sawah….

Meski tidak beroperasi, terlihat beberapa orang menikmati pepotoan di kawasan resto. Secara alami lokasi sangat strategis, bentang sawah dan di kejauhan terlihat biru puncak Merbabu. Antar saung dihubungkan dengan jalur alami dan petakan sawah.

Peminat pepotoan di saung

Memenuhi minat pengunjung yang asyiik bermedsos ria, disediakan aneka spot. Upaya kuliner dan bisnis resto rekreasi perlu ramah gadget dan pajang foto.

Aneka spot penunjang pepotoan

Terasa upaya menghadirkan nuansa sawah. Terlihat petakan yang sudah dipanen. Beberapa petakan masih menyuguhkan rumpun padi bermalai hijau. Bentangan net pelindung padi dari patukan burung terentang. Saat resto aktif mungkin dilakukan penanaman terjadwal sehingga diantara saung selalu tersedia hamparan padi aneka fase.

sawah dengan jala burung

Beberapa pegawai terlihat memelihara kebersihan pematang, tetap menata dan merawat agar suasana resto tak terlalu terasa sebagai bangunan kosong. Mencoba berhitung kasar berapa juru masak, petugas antar sajian, layanan administrasi yang semula terlibat dan kini harus rehat atau mencari pekerjaan lain.

Tetap upaya pembenahan bersiap untuk bangkit kembali

Bersama seluruh komponen berharap suasana semakin kondusif. Merakit kreativitas untuk kembali memutar roda ekonomi. Penyediaan makan yang terkait dengan unsur rekreasi sangat terdampak bersama dengan sektor tansportasi pun akomodasi.

Biru Merbabu….harapan selalu bertumpu

Kembali yook, panas matahari sudah mulai terasa. Sejenak keluar dari rumah, menikmati jalan pagi dan menghirup aroma keprihatinan bersama. Menyemai rasa syukur dan benih harapan kehidupan bersama yang kembali ceria.