Tag

, ,

Raden Mas Taruna Pangarsa Sugiharto

Serumpun padi mengandung janji

padi merunduk

Raden Mas Taruna Pangarsa Sugiharto, siapa yang tak kenal? Beliau kawentar di jagad kebun agung dengan panggilan akrab Mas Totok. Nama Taruna alias Muda menjadi penanda belum wreda. Tabloid ‘Muda Taruna’ menjulukinya sebagai Rajawali muda yang pemberani dengan ide-ide spektrakuler dan mampu menerapkannya dalam kancah dunia nyata, menjadi inspirator bagi generasinya. Wartawan majalah mode nan modis membuntutinya dan menempatkan taruna tersebut menjadi trend setter para kawula muda. Gadget yang dipakainya segera menjadi mode, gadget yang ditangan beliau memang digunakan sepenuhnya untuk menjalankan tugasnya sebagai pangarsa maupun bisnisman, menjadi semacam ‘gadget gaya’ di tangan folowernya. Sembari menentengnya masing-masing bermimpi dan bergaya seolah duplikat R.M. Taruna Pangarsa Sugiharto.

Sebagai Pangarsa alias pemimpin nan taruna sekaligus sugiharto, beliau memiliki gaya kepemimpinan yang khas yaitu ajian Panca Setya yang merangkum elemen setya budaya, setya wacana, setya semaya, setya laksana serta setya mitra. Gaya kepemimpinan yang merasuk sebagai nilai pribadi yang menjadikannya dicintai oleh kawan dan disegani oleh lawan politiknya. Hampir setiap semester profil dan kiprahnya menghiasi majalah ‘Pemimpin yang Memimpin’. Gaya kepemimpinan Mas Totok tak jarang diimitasi oleh para pangarsa dadakan atau jadian instan dengan model memba-memba alias menyerupai tetapi tidak sama.

Di perjagadan bisnis, nama R. M. T. P. Sugiharto selalu diperhitungkan, asetnya yang konon menduduki peringkat ke Y di Nusantara sering diulas di harian Ekonomi dan Bisnis. Nama Sugiharto, menjadi inspirasi bagi pasangan muda, berlomba memberi nama yang adalah doa semoga sugih arto atau kaya harta bagi bayi mereka. Seni manajemen bisnis yang memanusiakan setiap personil yang terlibat dibisnisnya yang dipandangnya sebagai mitra bisnis dalam jaringan bisnis yang dipimpinnya kerap menjadi dasar kajian buku-buku manajemen bisnis. Meski lawan bisnisnya sering mengaitkan kedudukan sebagai pangarsa sebagai lokomotif kereta bisnisnya.

Kepiawaian R.M. Taruna Pangarsa Sugiharto, memadukan komponen taruna, pangarsa dan sugiharto sungguh luar biasa. Taruna menyuntikkan semangat dan energi di setiap kiprahnya. Sugiharto yang didapatnya dari bisnis pribadi menjadikannya pangarsa yang tidak berorientasi pada pengumpulan arto bagi pribadi. Kehidupan pribadinya tidak cidra.

Kesalehan beliaupun menjadi teladan bagi umat yang mengenalnya. Mendudukkan diri sebagai bagian dari titah sawantah sejajar dengan titah lain dan berlutut dihadapan Sang Maha Atitah. Dan saat ini dengan sendu Mas Totok membabar tanya untuk jawab bagi Sang Begawan Agung yang berbisik ‘di mana engkau meletakkan hatimu’? Bagaikan padi menguning yang semakin merunduk…. Pandangnya menatap kepada Paklik Bagya Langgeng lalu menoleh kepada mbakyu Rahayu Sejati. Pertanyaan yang menjadi tanya berantai ………….. [Nama R.M. Taruna Pangarsa Sugiharto, diinspirasi oleh Bapa pamomong YBS]

Kala ada tanya siapa beliau? Beliau bukan siapa-siapa atau malahan serpihan jiwa beliau ada pada siapa saja, di setiap jiwa dalam proses pencarian dan pembentukan diri