Tag

, , , , , , , ,

Ela-elo di Kali Elo

seseruan-di-kali-elo

seseruan-di-kali-elo

Sahabat kebun mengajak rafting, hayuuk... Mengingat beberapa dari kami irresistible generation [mengikuti gaya mbak Monda] kamipun memilih gaya rafting yang mudah, aman dan nyaman. Ini gaya kami ber 10 saat ela-elo di Kali Elo. Kamipun rela berangkat dari Salatiga saat embun masih menggantung pk 05.30an. [Foto personil rafting diambil oleh jasa operator, beberapa foto dari hp yang sempat saya ambil saat rehat di perjalanan]

Jalur Kali Elo

Pilihan kami yaitu Kali Elo Magelang dengan alur jeram grade I s/d III dari aliran tenang, riam kecil, hadangan batuan hingga riam sedang. Yup kami memilih model fun rafting/family rafting, arung jeram seseruan, menikmati alam tanpa harus memacu adrenalin yang empot-empotan.

Berdasarkan peta, Kali Elo ini berhulu dari G. Telomoyo di wilayah Grabag, mengalir di bagian Timur Magelang dengan pasokan dari aliran-aliran kecil dari lereng G. Merbabu. Pada bagian hilir, kali Elo bersatu dengan Kali Progo yang memiliki jalur rafting Progo atas (grade 3), pertemuan berada di tempuran desa Progowati dan Progo bawah (grade 4). Kali ini mengalir sepanjang musim.

Mas Pajero

mas-pajero-kali-elo

mas-pajero-kali-elo

Dari Kampung Ulu resort sebagai meeting point rombongan kami diangkut dalam 1 kendaraan tua ala  odong-odong angkotan kota dengan nama keren mas Pajero, panas njaba njero (panas luar dalam). Odong-odong lain akan mengantar kami kembali dari hilir finish pengarungan ke Kampung Ulu resort. Melihat 2 boat ditumpuk dan diikat diatas setiap kendaraan rasanya seseruan dimulai. Loh odong-odong kami tanpa boat? Tenang boat ibu bapak sudah kami siapkan di basecamp, mas Pajero menjelaskan kalem.

Mas Ambon Duta Kali Elo

mas-ambon-duta-elo

mas-ambon-duta-elo

Mas Ambon, demikian ia memperkenalkan diri disamping menyebut nama aslinya, menyambut kami di basecamp Yogya Rafting jalur Kali Elo di dekat Jembatan Blondo, Pare, Desa Blondo, Mungkid, Magelang. Usai mengenakan perlengkapan standar pelampung, helm dan masing-masing menerima dayung, mas Ambon selaku river guide memberikan penjelasan maupun simulasi saat penyelamatan diri bila tercebur ke sungai. Pepotoan sejenak lalu go..go.. kami memilah diri dalam 2 boat, pertama tim kasepuhan dan kedua tim muda/i dengan kawalan sahabat sepuh lain.  Ikuti instruksi dan memahami aturan dasar keselamatan bersama itu kuncinya.

ela-elo-di-kali-elo

ela-elo-di-kali-elo

Weladalah saat bersiap masuk boat, anggota termuda tim irresistible kami nyeletuk ‘blaik aku deg-degan gemeteran nih’ ‘Lah piye mau undur atau terbujuk debur alur kali Elo’ ‘maju…terus’

Dayung…dayung… mari nikmati kegembiraan yang disalurkan Kali Elo. Mana nih deretan pohon elo (Ficus racemosa) yang mendasari penamaan Kali Elo, apakah menjadi langka karena disantap uthak-uthak ugel?

Priit… ‘action kamera di tepian kiri/kanan ibu bapak’ demikian aba-aba mas Ambon saat di tempat-tempat strategis. ‘saya bangga menemani ibu bapak yang tetap semangat dan gembira wisata dan mendayung meski di usia sepuh’ ‘Tua…maksud loe’ gertak galak para pembolang sepuh. ‘ya…ampun bapak dan ibu, masih berjiwa muda maksud saya’ Hehe….

Untuk menjadi river guide si pemandu sungai, mas Ambon bercerita ada pelatihan dari masing-masing operator dengan Kali Elo sebagai kampusnya, dilanjutkan dengan pelatihan dan pemberian sertifikat dari Dinas Pariwisata untuk ilmu kepariwisataan. Secara berkala antar operator bergabung melakukan kerja bakti bersih kali biasanya di hari Jumat agar lebih menarik saat puncak wisata pengarungan di akhir pekan.

Arung jeram tanpa dijeburkan tentunya kurang seru. Sangat menyadari membawa penumpang para sesepuh, Mas Ambon tetap menyuguhkan keseruan dengan menggeret butet kebun yang pintar berenang dari boat kedua kami dan sukses menceburkannya. ‘Hayuk pelajaran menyelamatkan diri dan menyelamatkan teman yang tercebur dipraktekkan’ seru kami saling menyemangati.

warna-warni-elo

warna-warni-elo

Priiitt…’saatnya ibu bapak rehat sejenak menikmati sajian kami’ yah pengarungan Kali Elo sepanjang 11 km kami tempuh sekitar 2 jam dengan istirahat sejenak di dangau tepian kali. Menurut saya, Mas Ambon adalah duta Kali Elo, pengenalan medan, rasa cinta dan hormat akan kali Elo sebagai sumber berkah, kemauannya untuk update pengetahuan terpancar dalam melayani penikmat arung jeram Kali Elo. Mengingatkan pada pemandu Mae Ping River wisata sungai bagian dari pesona Mawar Utara yang pastinya alamnya lebih menantang di Kali Elo. Nitip Kali Elo ya Mas Ambon dan teman-teman river guide, mohon diingatkan juga bila penikmat arung jeram ada yang sembrono menambah kotor Kali ini.

Paman Bibi Penyaji Degan dan Jajan Pasar

rehat-arung-elo

rehat-arung-elo

paman-elo-degan

paman-elo-degan

Oii nikmatnya dengan pakaian basah kuyup kami menikmati degan/kelapa muda utuh nan segar. Setiap operator memiliki dangau istirahatnya. Parade degan dan jajan pasar disajikan oleh paman dan bibi yang berasal dari seputaran sungai. ‘Bukan..bukan kami yang menyediakan degan dan penganan ini, kami hanya bertugas menyajikan. Juragan kami telah memiliki pemasok degan dan jajan pasar’ Demikian terang paman dan bibi saat kami tanya dan bercanda kami mau melamar jadi pemasok.

degan-elo

degan-elo

kudapan-rehat-elo

kudapan-rehat-elo-operator tetangga

Mas Olle dari Jogja Rafting Adventure

kampung-ulu-resort-meeting-point-rafting-elo

kampung-ulu-resort-meeting-point-rafting-elo

Acara kami nyaris gagal saat sahabat kebun yang baik hati menyediakan diri sebagai koordinator dengan nada kecewa mengabarkan tim kami tercoret dari daftar di suatu operator karena banyaknya peminat dan kami belum confirm baru status ‘pesan’. Tenang mari cari jalan keluar, untuk atur jadwal dolan lain pasti lebih sulit, mari buka informasi operator-operator lain mengingat belasan provider/operator rafting di wilayah Magelang ini. Jalur informasi web resmi dan sajian obyektif dari postingan sahabat kami padu dengan respon staf operator membuat kami memilih Jogja Rafting Adventure dengan meeting point di Kampung Ulu Resort dengan contact person Mas Olle pemasar Elo yang super kooperatif. Kami mengambil paket 2 boat @ 750K per boat komplit dengan makan plus dokumentasi 150K.

Sungguh berkat mengalir sepanjang kali Elo untuk Mas Pajero, Mas Ambon Duta Elo, Mas paparazzi resmi, Paman Pibi penyaji degan jajan pasar, Mas Olle pemasar Kali Elo serta Kampung Ulu Resort meeting point penyedia tempat bilas maupun makan semua mendapat alirannya. Yang jelas kegembiraan menguar bersama seseruan kami di Kali Elo.

Mau mengulang arung jeram di Kali Elo atau naik kelas ke jalur Progo atas? Hm cukup mengulang jalur ini saja lagi, demikian respon para sahabat sepuh kebun.

elo-akan-bertemu-progo

Kali elo hilir-akan-bertemu-Kali progo menuju Samudra Indonesia

Kalau saya pribadi pengin susur sungai, berlama menikmati ekosistem yang menghijau sepanjang tepian kali Elo. Manuver kepak puluhan burung sriti yang hinggap di muka air dan membuat sarang di bangunan jembatan. Aneka jembatan dari gagah kokohnya jembatan Blondo buatan zaman Belanda dengan lengkung megah, jembatan pelintas, jembatan pipa air bahkan sesek (jembatan anyaman bamboo seadanya) yang membuat kami berdebar mengingat pelintas yang mempergunakannya.

Kehidupan masyarakat seputar sungai mulai pengguna Kali Elo sebagai sarana MCK (mandi cuci kakus), ‘bidadari mandi’ di sendang tepian kali, pemancing ikan beong. Larangan membuang sampah dan penggunaan bahan beracun untuk menangkap ikan, hingga pelanggaran ‘kecil-kecilan’ atas himbauan yang dipasang. Bahkan aneka motif bebatuan yang terekspose sepanjang tebing Kali Elo, beneran kece banget. Tampilan ‘air coklat’ di pertengahan Januari mengindikasikan tingginya laju erosi diseputaran anak sungai, pengarungan di musim kemarau berharap air sungai lebih jernih. Salam anak kali…

Iklan