Tag

, ,

Petilasan Nandi Siwa di Dusun Krajan Desa Candisari Ungaran Barat

Nandi tanpa kepala beserta yoni di ds Krajan, ds Candirejo, Ungaran Barat

Saat blusukan menengok karya teruna kebun di daerah Ungaran, kawasan USA [Ungaran-Salatiga-Ambarawa] kami memasuki wilayah Desa Candirejo, kecamatan Ungaran Barat. Desa Candirejo di lereng G. Ungaran, mudah dijangkau dari jalur utama Semarang-Solo. Dari arah Salatiga, berpatokan plang nama Universitas Ngudi Waluyo mari belok kiri.

Loh desa Candirejo, adakah petilasan candi kuna? “Kalau candi besar tidak ada, Ibu…yang ada petilasan bentukan nandi tanpa kepala dengan beberapa batu di dekat rumah” demikian terang teruna kebun yang dikuatkan oleh ayahandanya. Kalau tidak merepotkan nanti mampir ya, pinta saya.

Posisi petilasan sangat dekat dengan pemukiman, di pertigaan dusun yang cukup ramai.  Dusun krajan merupakan penanda pusat pemerintahan desa. Berada di bawah naungan pohon beringin berpenanda data dengan tulisan yang relatif sulit dibaca.

Petilasan Nandi dan Yoni di dusun Krajan Desa Candirejo Ungaran Barat

Terlihat yoni berdampingan dengan nandi tanpa kepala. Menurut ayahanda teruna kebun yang menemani, beliau masih mengingat saat nandi relatif utuh dan beberapa batuan masih lumayan banyak. Namun kini yang tertinggal hanya beberapa saja.

batu umpak di atas yoni dan nandi Siwa

Nandi merupakan perwujudan hewan lembu, diyakini sebagai kendaraan Siwa. Sering dimaknai sebagai perlambang kesuburan suatu daerah yang diberkati. Yoni, biasanya berpasangan dengan lingga. Hanya saja yoni yang dijumpai di petilasan dusun Krajan desa Candirejo ini tanpa lingga. Malah diatasnya terlihat semacam batu umpak. Di sekitar yoni dan nandi terdapat beberapa watu candi kotak, juga beberapa batu tegak tertanam di tanah dengan ujung membulat.

Batu petilasan di sekitar nandi dan yoni di desa Candirejo

Keberadaan petilasan yang berada di samping Timur sumber air yang dikelola oleh PDAM Tirta Moedal Semarang ini sudah ada dalam pendataan pihak berwenang dengan penanda plang. Penampilan pada musim kemarau terlihat relatif bersih dengan tempelan kerak algae dibanding foto-foto yang saya dapatkan saat musim penghujan yang menjadikannya berlumut.

Petilasan yang menyimpan cerita sejarah, menjadi mata rantai penghubung antara masa kini dengan masa sebelumnya tentang peradaban manusia. Bukan sekedar batu biasa. Bagi para sahabat pembelajar candi dan situs, pastinya menjadi sarana belajar yang tiada terkira. Nah karena tukang kebun sungguh awam sejarah, saya coba tautkan dengan link mas Sasadaramk dan Mas Sutrisna yang mengulasnya dengan apik.

Menurut sumber berita warga setempat, daerah di atas desa Candirejo sedang dirintis agrowisata. Pun beberapa obyek wisata alam menawan di kelerengan G. Ungaran. Dengan semakin terbukanya akses daerah, akan semakin ramai pengunjung desa Candisari. Seandainya secara sistem terencana menata dan terpelihara aset peninggalan budaya ini, betapa petilasan menjadi bagian dari masa kini dan masa depan. Tentunya dengan rasa memiliki dan menghargai petilasan sejarah budaya bangsa.

Desa Candirejo lereng G. Ungaran

Selalu ada bonus menarik saat busukan kebun..