Tag

Singgah di Desa Boneka Pinokio

Boneka pinokio

“Apa yang bakalan menarik di Kota Pisa?” “Menara Miring” jawab kami serempak. “Eits ada yang juga menarik loh, kisah boneka Pinokio” terang pemandu wisata.

Jadilah menelisik si boneka berhidung super mancung. Selain tentunya menikmati keelokan dan keagungan arsitektura kawasan Menara Pisa situs warisan dunia UNESCO yang disajikan pada postingan miring menakjubkan.

Saat tiba di kawasan, mumpung hari masih lumayan terang stop toilet mengulik si boneka mini di toko cindera mata. Aneka produk mulai dari pensil, hingga boneka gantung tersedia. Perlu kecermatan mengemasnya agar si hidung panjang tidak ‘prothol’ dalam koper. Cukup sebiji sebagai tanda kesukaan atas dongeng pinokio yang kami ceritakan sebagai pengantar tidur saat anak-anak kecil.

boneka pinokio

Petualangan Pinokio karya Carlo Collodi, bersetting di Desa Tuscan yang berada antara Kota Pisa dan Florensia. Adalah Geppeto sang pemahat yang menerima kayu dari Tuan Cherry. Merakitnya menjadi boneka kayu bocah lelaki bernama Pinokio.

Sebagai dongeng edukatif, boneka Pinokio diberi nafas oleh dewi peri. Berperilaku seperti kanak-kanak yang manis. Adapula selipan kenakalan, suka main-main dan mulai berbohong. Setiap kebohongan memodotkan hidungnya menjadi panjang.

Aneka kebohongan kanak-kanak dilakukannya. Mulai dari lingkup kecil hingga mencelakakan diri serta kelompoknya. Loh emangnya tidak ditegur oleh orang tuanya eh Pak Geppeto? Tentu dong ditegur. Tak hanya teguran, kadang kesulitan juga dihadapinya akibat berbohong.

Alkisah kebohongan yang dilakukan Pinokio akhirnya bisa dikendalikan. Terjadi perubahan dari bocah setengah nakal bengal menjadi anak manis. Transformasi dari egois menjadi empatik nan patuh. Horrey Pinokio menjadi kesayangan Pak Geppeto kembali juga masyarakat sekitarnya.

Beberapa pakar melakukan penelitian untuk merunut dongeng Pinokio yang ditengarai berakar kuat dengan dunia nyata. Keberadaan daerah Pinocchio di San Miniato Basso diperkirakan sebagai basisnya. Karakter penduduk lokal sebagai penguat karakter dongeng.

Artikel ini menjadi tambahan saat mampir di Desa Hansel dan Gretel di seputaran BlackForest Jerman selatan. Juga singgah di Kota Tintin di Kota Brussel Belgia. Setiap perjalanan menyisipkan kesan kenangan masa kecil yang menyeruak ke usia kini.

Refleksi Pinokio

Bukankah setiap kita juga Pinokio, peracik kebohongan. Alarm kebohongan dengan modotnya hidung juga terjadi secara rasa. Ada rasa malu, risih, pekewuh. Awalnya hati nurani pastilah menggugat.

Hanya….saat kita abai dengan tanda ini, mulai menikmati kebohongan, kepekaan menjadi berkurang. Hidung modot hingga sekian depa tidak terasa. Kebohongan pribadi meluas hingga kelompok dan rekayasa njlimet.

Beruntung boneka Pinokio mendapat pencerahan. Berubah dari bocah nakal menjadi anak manis. Berharap setiap kita juga mengalami titik belok seperti Pinokio kembali menyenangkan Sang Pemahat Agung dan lingkungan sekitar kita.

Salam Pinokio.