Tag

, , ,

Melongok Grojogan Watu Purbo Kali Krasak

Grojogan Watu Purbo, Tempel Yk

Perjalanan jalur Salatiga Yogyakarta tak pernah membosankan. Sowan Ibu yang lenggah di Yogya, jumpa keluarga adik-adik 3B dan 4S. Bonus mampir eh melongok salah satu persinggahan. Kali ini Grojogan Watu Purbo.

Mudah dicapai, ini gambaran dari arah Magelang menuju Yogya. Persis sesudah jembatan Kali Krasak batas Jawa Tengah Yogyakarta, Pasar Tempel mari belok kiri. Ikuti jalur, gerbang Desa Merdikorejo sila belok kiri hingga Pedukuhan Gondanglegi. Penanda Grojogan Watu Purbo persis berada sebelum SD Muhammadiyah Gondanglegi belok kiri.

Menuju Grojogan Watu Purbo

Mudahnya mengikuti peta dari google. Pengarah ke lokasi wisata juga jelas. Wisata ini dikelola oleh Desa. Pengunjung akan dilayani dengan ramah oleh taruna yang bertugas di pos retribusi parkir. Tidak ada tarif masuk hanya biaya parkir.

Hamparan sawah di ruas menuju Grojogan Watu Purbo

Lanjut dengan jalan beton membelah bidang persawahan diseling kerimbunan kebun salak. Akhir Mei kemarin padi sedang fase pengisian. Terlihat hamparan jala penghalang burung menotol gabah.

Lapangan parkir yang cukup luas. Penerapan prokes ditaati, petugas melayani pengukuran suhu tubuh dan pengunjung diminta mencuci tangan dengan sabun.

Wisata Grojogan Watu Purbo terapkan prokes

Melewati deretan warung mulai terdengar gemericik air grojogan. Sampailan pengunjung pada teras teratas grojogan. Tersedia pendapa terbuka. Bila mengajak orang sepuh maupun difabel, tidak masalah. Bisa menikmati panorama dari bidang ini.

Melihat ke hulu terlihat sosok Merapi bila cuaca cerah. Menatap ke arah hilir terpampang kelak kelok Kali Krasak.

Kali Krasak arah hilir

Penasaran ingin turun mendekati grojogan, mengapa tidak? Taman kebun berundak menyambut pengunjung. Aneka gazebo, tempat duduk tersedia. Pengunjung dapat mendekat ke teras grojogan yang dikehendaki.

Meski ada pagar pengapan tepian sungai tetap diperlukan kewaspadaan dan perhatian penuh. Menuju ke teras grojogan tersedia tangga ataupun sesek bambu pada bagian teras bawah. Sekalian menjadi properti foto yang estetik.

Saat berkunjung berjumpa dengan beberapa bapak berkaos merah yang ramah menunjukkan sisi-sisi eksotis areal. Beliau hanya menjawab, saya orang lokal. Intuisi saya berbisik beliau adalah petugas keamanan.

Bagaimanapun ini areal dam aliran sungai. Sebagai orang lokal beliau mengenal karakter Kali Krasak dan pembaca cuaca daerah hulu. Mendung di bagian hulu penanda hujan pembawa derasnya aliran yang menjelang masuk grojogan.

Kali Krasak menjadi jalan raya bagi aliran lahar dingin di musim penghujan. Kelumintuan dan keajegan aliran menjadi sarana pengendalian aliran lahar sesuai dengan jalurnya. Mengirim berkah pasir dan batu Merapi, salah satu material bangunan berkualitas tinggi.

Seolah menjadi jemari bagi G. Merapi untuk menggapai Laut Selatan alias Segara Kidul yang secara budaya dipercaya sebagai pasangannya. Nah, alam membentuk harmoni berpasangan. Setiap komponen, Kali Krasak dan Merapi menjadi mata rantai ekologi lingkungan.

Masyarakat sekitar Kali Krasak sangat akrab dengan pola aliran. Menyesap kemanfaatan dan meminimalkan bahaya bencana. Dinamika gunung berapi Merapi diperhatikan. Niteni sasmita, begitu masyarakat menyebutnya bagian dari kearifan lokal.

Penamaan Kali Krasak bermula dari gemuruh kemerosak, benturan antar material pun lindasan batu besar dengan dasar aliran.

Grojogan Watu Purbo-batu besar berserak

Penamaan Grojogan Watu Purbo mengacu pada keberadaan batu-batu raksasa yang menggelinding dari perut Merapi. Aslinya adalah dam penghambat laju aliran lahar dingin. Dibuat berteras untuk meredam kecepatan aliran hingga aman. Secara kasat mata terlihat bagaikan grojogan (air terjun bertingkat).

Era komunikasi digital mampu mengubah suatu bangunan air dam menjadi konten viral. Air terjun bertingkat dengan latar belakang kegagahan G. Merapi. Teknik fotografi dramatis menggunakan shutter speed yang super lambat menghasilkan potret air terjun yang eksotik.

Grojogan Watu Purbo hadir memenuhi lini media sosial. Menyihir pemirsanya untuk juga memiliki foto diri dengan latar serupa. Grojogan Watu Purbo bermetamorfose menjadi konten wisata.

Ekowisata Grojogan Watu Purbo Kali Krasak

Aneka aliran wisata, salah satunya adalah ekowisata. Wisata berbasis alam. Pengunjung menikmati dan mengagumi keindahan lingkungan alami. Melalui narasi dan pendekatan yang pas ekowisata menjadi bagian eduwisata. Mengasah kepedulian terhadap lingkungan.

Menikmati Grojogan (diperagakan oleh model)

Pendekatan yang dirancang secara sadar terencana mengembalikan cara pandang hubungan timbal balik manusia dan alam lingkungan. Menggeser paradigma manusia sebagai penguasa alam menjadi mitra dengan alam lingkungan.

Mengolah rasa dari yang terlihat menjadi karya, semisal seni fotografi Grojogan Watu Purbo. Penglihatan dan rasa menghasilkan kesadaran. Dimulai dengan langkah kecil kesadaran pemeliharaan lingkungan sekitar Grojogan Watu Purbo.

Menumpuk batu di Grojogan Watu Purbo

Menyadari sebagai tetamu yang menghargai alam dan masyarakat setempat. Langkah restorasi lingkungan sekecil apapun yang dilakukan secara sadar akan berdaya guna. Apalagi kalau berhasil ditularkan kepada sesama.

Nah bagi sahabat kebun Rynari yang terusik yook mampir di Grojogan Watu Purbo. Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2021. Artikel senada disajikan di Kompasiana.