Tag

, ,

Pisah Sambut di Kampoeng Kopi Banaran

Siklus kehidupan merangkum proses awal dan akhir. Begitupun dalam pekerjaan ada masa menyambut dan berpisah dengan sesama tim kerja. Ada teman yang memasuki masa purna tugas dan ada teman lain yang baru bergabung. Ini tentang pisah sambut dengan teman kebun yang dilakukan di Kampoeng Kopi Banaran awal Agustus 2022.

Kampoeng Kopi Banaran Bawen

Kampoeng Kopi Banaran adalah unit agrowisata yang dikelola PTPN IX, berada di Bawen tidak jauh dari pintu keluar toll Semarang Solo. Hanya sepelemparan sendal dari rumah kami. Hingga menjadi jujugan saat pengin nyantai, ngariung dengan keluarga pun teman. Begitupun bagi kami keluarga kebun, tempat ini menjadi bagian dari kegiatan rapat, outbond hingga merasakan sensasi menginap di tengah hamparan kebun kopi.

Nah kali ini kami adakan pisah sambut semi outdor dengan memilih tempat di gazebo terbuka. Berada di belakang resto utama dan berdekatan dengan stasiun ‘kereta gunung’. Yook sambil menunggu persiapan kita bisa jelajah kebun.

Gazebo di tengah kebun kopi

Untuk jelajah kebun bisa dipilih tracking jalan kaki, menurut teman yang menjajal sekitar 1 jam menyusuri kebun di jalur utama. Kami memilih naik ‘kereta gunung’ untuk menyusurnya. Yup kendaraan bermotor adopsi kereta mendaki perbukitan membelah kebun kopi.

Hiks rasanya kereta gunung yang kami naiki ikut menua seperti kami. Bertahun (haha lebih dari satu dasa warsa) lalu saat ngantar keluarga adik yang berkunjung, disambung ngebun bersama ibu, kereta masih perkasa. Kini per kereta maks 5 penumpang dewasa, 1 driver dengan tiket 80K.

Hamparan kebun karet di musim kemarau

Mengawali pendakian bukit mari susuri blok kebun karet. Selalu senang berada di areal ini. Hamparan batang karet seolah kompak melenggok condong ke arah kanan, bukan tegak lurus. Adaptasi dari arah angin. Keindahan setiap musim juga berbeda.

Nah ini tampilan di bulan Agustus saat kemarau. Jajaran karet beradaptasi untuk menghemat air karena serapan air terbatas. Dedaunan meluruh mengurangi penguapan. Sebelumnya terjadi parade perubahan warna dari hijau segar lalu menguning jingga dan tangkai melepaskan diri dari ranting. Paduan pohon condong, warna daun menghangat kuning jingga berlatar langit biru alamak eloknya.

Uji ketangkasan keseimbangan di atas pohon yook

Ohya pata teruna dan anak-anak juga berkesempatan berlatih keseimbangan. Ada lintasan antar pohon karet. Pacu adrenalin dengan olah tangkas tubuh. Naik pohon, melintas dan turun dari pohon yang lain.

Blok kebun pala evergreen

Yook maju dikit kita diperjumpakan dengan jajaran pohon pala. Blok yang tampil evergreen, warna daun selalu menghijau. Salah satu olahan buah pala adalah sirup pala. Pengunjung dapat mencicip dan membeli di resto depan.

Lanjut yak, mulai mendaki di hamparan kebun kopi. Pemandangan juga berubah seiring dengan siklus tahunan. Saat Agustus ini jelang panen raya, dompolan buah kopi berwarna merah ranum berpadu jingga dan sebagian hijau terhampar di kebun.

Buah kopi dompolan ranum

Sangat pengin datang pas musim berbunga, selama ini hanya melintas di jalan raya Bawen dan terpesona dengan aroma harum yang mengambang memenuhi angkasa sekitar. Hamparan berbeda tampilan usai panen. Saatnya memperbaiki tampilan pohon dan mempersiapkan daun menyediakan energi tuk siklus buah berikutnya.

Puncak punthuk di kebun kopi, paduan gunung dan rawa

Sampailah kita di bagian puncak perbukitan mini atau punthukan. Biasanya driver yang sekaligus pemandu memberi kesempatan pengunjung turun, foto-foto. Lah kami sudah berulang kali datang, kini hanya mau mutar saja. Pemandangan dari puncak mari tengok ke arah jalan raya yang terlihat meliuk di bawah kita hingga mata nyalang ke kejauhan terlihat jalur toll Semarang Solo.

Ada saat naik berarti giliran menuruni bukit. Mari lihat ke arah depan, terlihat gagahnya gunung membiru. Juga kilau dari hamparan perairan Rawa Pening. Kalau mau santai menikmati panorama sisi Rawa Pening kita dapat geser ke sisi bukit sebelahnya.

Yup di puncak bukit sebelahnya terdapat Resto Kopi Banaran dengan Skyview. Juga penginapan baik pilihan bungalow maupun kamar tunggal. Bisa dilongok dipostingan menginap di kebun kopi. Kini tersedia coffee ground, camping di kebun kopi dengan suguhan panorama gunung dan rawa.

Kembali ke jalur terendah menuju Kembali ke stasiun awal. Masih tetap terlihat blok tanaman buah. Diantaranya Nangka, buah naga dan beberapa jenis buah lain. Teringat blok tanaman langka ada di bagian atasnya.

Rasa Korea di kebun kopi

Salah satu tantangan tempat wisata adalah mengakomodasi minat pengunjung dengan tetap mempertahankan ciri kekhasan. Demam drakor mendorong keberadaan tempat ngobrol ngemil dengan nuansa Korea. Alamak ada rasa Korea di Kebun Kopi.

Inilah Sebagian longokan saat mengikuti pisah sambut sahabat di Kampoeng Kopi. Sejenak berteduh di bawah kebun karet, pala, kopi. Menghirup kesegaran udara di puncak punthuk alias bukit mini sambil menerawang Rawa Pening.

Pengingat masa silih berganti. Ada yang bersifat memutar dan Kembali terulang. Namun ada saatnya harus berhenti dan terjadi estafet kepada generasi berikutnya. Semua indah pada masanya.