Tag

, , ,

Melintas Rhein

Sungai Rhein di Swiss…. when peace like a river

Kebiasaan lama, mengangkat sepotong draft dari kumpulannya. Ada saatnya menggebu menulis eh tidak tuntas masih sepotong ide, kadang berupa judul, kadang berupa secuil foto dengan narasi singkat dan teronggok dalam file draf.

Kali ini menuntaskan nukilan melintas sungai Rhein. Entah mengapa sungai Rhein ini menempati ceruk kenangan indah, mungkin jiwa penyuka sungai yang menyematkannya. Berhulu di Pegunungan Alpen yang merangkum perbatasan Swiss, Austria negara Sound of Music dan negara kecil Liechtenstein.

Rhein river (sumber wikipedia)

Mengalir mengular sampai jauuuh sepanjang 1 233km melintasi negara Swiss, Jerman dari Selatan ke Utara dan bermuara di belahan Utara Belanda. Melintasi banyak kota, menantang para ahli konstruksi jembatan merancang aneka jembatan fenomenal dunia di banyak tempat. Sebutannya juga beragam Inggris: Rhine, Prancis: Rhin, Belanda: Rijn. Saya pribadi suka dengan nada Rhein.

Melintas Rhein

Ini sedikit nukilan melintas Rhein di tiga kota. Bermula di Rheinfall yang kawentar, berada di kota kecil sebelah Utara kota Zurich Swiss. Kami sempat mengunjunginya walau sebentar. Kemudian saat melintas di Frankfurt, lah yang ini benar-benar hanya jeprat-jepret dari bus yang melaju, tidak ada peserta tur yang tertarik dengan nyanggong di bantaran sungai. Terakhir di Cologne, juga bukan tujuan wisata grup kami. Selama para peserta pada shopping, saya bersama saabat kebun minta izin kepada pemandu tur untuk mblirit ke bantaran Rhein. Semula beliau agak ragu, dengan senyum gaya meyakinkan emak kebun mengatakan sebelum saatnya kumpul kami sudah akan gabung dengan rombongan.

Schaffhausen Rheinfall, Swiss

Air terjun Rhein

Schaffhausen Rheinfall, air terjun terbesar di Eropa yang dapat dinikmati bahkan dari jendela bus. Mengingatkan pada Lembah Anai dengan air terjun cukup tinggi persis di tepi jalan raya juga lintasan kereta api, ada di ruas jalan Padang ke Bukittinggi via Padangpanjang. Rheinfall juga tak jauh dari stasiun kereta api lokal.

santai sejenak di air terjun Rhein

Kedatangan kami pagi hari pk 09an memberikan nuansa pagi yang hangat, backlight foto dan kenangan sungai jernih dengan warna hijau tosca kebiruan. Lambaian bendera Swiss dengan lambang palang merah memberikan sentuhan yang khas. Paduan alam hijau, kastil dengan bangunan kuno dan air terjun mengguratkan rasa tersendiri. Alam berpadu dengan budaya tanpa harus menolak sentuhan teknologi yang berlebihan.

Hijau di tepian rheinfall

Schaffhausen Rheinfall, masih termasuk kawasan hulu sungai Rhein. Kebayang kalau besaran sungai di bagian hulu saja sebesar ini. Saat mengular ribuan km dan bergabung dengan anak sungai lain, menjadi seberapa besar di kota-kota yang dilintasi dan di bagian muara?

Melintas Rhein, Frankfurt, Jerman

Sungai Rhein menjadi sungai terpanjang di Jerman, melintas dari Jerman Selatan hingga Utara. Kawasan ini menjadi midle rhine, konon merupakan bagian sungai Rhein yang terindah dan ditetapkan sebagai kawasan heritage versi UNESCO. Sungai Rhein menjadi nadi transportasi sungai utama di Jerman. Distribusi barang menggunakan jasa sungai ini. Juga bagian dari pariwisata.

Melintas Rhein di Frankfurt

Saat kami melintas di sungai Rhein kota Frankfurt pada hari yang sama di  sore hari pk 18an. Pemandu wisata menjelaskan Rhein menjadi pemisah kota lama Frankfurt dengan arsitektura lama dengan Frankfurt modern yang kaya dengan gedung menjulang, kawasan industri yang sangat terasa metropolisnya.Meski hanya menikmati dari jepretan via jendela bus yang tertutup dan foto blur saya sudah sangat bersyukur.

Melintas Rhein, Cologne, Jerman

Rhein di Cologne

Kesokan harinya, kembali kami menikmati melintas Rhein di Kota Cologne, Jerman. Titik kumpul kami adalah katedral Cologne. Sayang sedang masa renovasi, meski saya tetap intip-intip sedikit dari luar. Minat peserta tur segera terserap oleh wisata belanja di seputar areal ini. Hayooo mau barang fashion branded, cologne iya cologne parfum, atau mau barang elektronik. Pemandu wisata menjelaskan tempatnya termasuk tempat makan karena kami datang pk 11an dan diberi waktu sekitar 90 menitan komplit. Perlu jurus mblirit wisata sendiri saat peserta lain belanja.

Seperti cerita di atas, kami memilih mblirit sejenak ke tepian Rhein kota Cologne. Berbekal foto-foto bangunan khas, sebagai antisipasi ancar-ancar baliknya. [mirip cerita kanak-kanak yang dibuang ke hutan dengan meletakkan kerikil khas di setiap belokan. Hari gini mengapa tidak pakai GPS. Sstt emak kebun tidak gunakan paket data internasional, so selama dolan paket data dimatikan dan mengandalkan wifi di hotel.]

Tepian Rhein di Cologne

Terpikat dengan pengelolaan bantaran Rhein sebagai kawasan hijau terbuka. Sungai menjadi sarana rekreasi selain transportasi perdagangan. Bersyukur banyak penikmat bantaran sungai Rhein ini baik penduduk lokal maupun pejalan, sehingga tukang blusukan pecinta sungai tidak merasa aneh.

Tepian Rhein Cologne berlatar Hohenzollern Bridge

Terlihat jembatan Hohenzollern Bridge cantik yang melintasi Rhein dengan arsitektura anggun megah. Konon dari jembatan inilah sosok agung katedral Cologne tepian Rhein dapat dinikmati secara utuh. Jembatan dengan sematan gembok cinta. Keterbatasan waktu tak membuat emak kebun nekad mblirit ke jembatan cantik ini, cukup menikmatinya dari jauh.

Yuup demikian nukilan melintas Rhein di tiga tempat.