Tag

Pelangi di Pagi Hari

Kulihat pelangi di pagi hari (hiks pelanginya terlihat samar-samar)

Masih di episode nglajo ngebun sementara di Semarang. Seperti biasa kami mengarungi jalur tol Bawen Semarang dengan panorama cantiknya. Selalu baru rahmatMu tiap pagi…… lalu mata kami menangkap sesuatu yang berbeda, sedikit titik air di kaca depan yang segera mengering, jalanan yang masih menyisakan sisa lembab habis tersiram hujan.

Pelangi memandu jalanku

Tralala…di angkasa terlihat lengkung tipis pelangi dengan aneka spektrum warnanya. Tampak samar melatar bukit yang menghijau. Lalu mengikuti jalanan yang melengkung, busur pelangi terlihat persis di depan kami seolah memandu langkah kami. Pergeseran kendaraan menjadikan pelangi menghias kaki G. Ungaran. Akhirnya pelangi terlihat menaungi pintu tol simpang Ungaran dan kamipun melaju turun ke arah Semarang.

Pelangi di kaki Gunung Ungaran

Pelangi di pintu tol Ungaran

Selalu dan selalu diperjumpakan dengan sesuatu yang baru dan menyegarkan di perjalanan yang seolah rutin monoton. Alam menjadi bagian kanvas keagungan yang menyatakan betapa berharganya setiap titah di hati Sang Pencipta. Peristiwa alam pelangi bias mentari menerobos lapisan air sehabis hujan selalu menceritakan keagungan pelangi sehabis hujan. Matahari, hujan berkolaborasi memendarkan spektrum warna yang indah terlihat oleh mata meski tak mampu diabadikan dengan jelas dari kamera hape. Sajian pelangi di pagi hari yang mengingatkan lirik lagu:

Apa yang kau alami kini, mungkin tak dapat kau mengerti. Satu hal tanamkan di hati indah semua yang Tuhan beri. Cobaan yang engkau alami tak melebihi kekuatanmu. Tangan Tuhan sedang merenda, suatu karya yang agung mulia. Saatnya kan tiba nanti, kau lihat pelangi kasihNya

Tepat sekali betapa sering kita tidak mengerti makna dari suatu peristiwa yang sedang kita alami. Mungkin yang lebih terasa adalah beban berat menekan. Dengan menanamkan bibit harapan di hati bahwa indah semua hal yang diizinkan terjadi, seseorang dimampukan bangkit bersandar pada pengharapan. Setelah lewat waktunya, terurai makna karya agung yang direnda dalam kehidupan anak manusia, laksana eloknya pelangi yang membias setelah hujan ditimpa sinar matahari.

Selamat menyambut gerimis, sinar mentari dan bias pelangi dalam keseharian anugerahNya.