Tag

, , ,

Jalan Pagi Santai Yook…

Badan terasa sungguh berat. Selain karena nyata sangat berbobot juga karena jarang gerak jalan. Jalan pagi santai yook. Sekitar tempat tinggal lumayan banyak pilihan jalan santai. Lah kota kecil, kemanapun berjarak cukup dekat.

Kangen melongok stadion kota kami, melangkahlah kaki menujunya. Ooh belum dibuka lagi untuk umum. Baiklah mengitari luar stadion saja. Arah sisi dekat pintu masuk utama. Menatap pinus yang menjulang. Terlihat G. Merbabu mengintip dari sela pinus.

G. Merbabu mengintip dari pohon pinus tepian stadion

Tap..tap… melangkah memutari sisi lain. Barisan anak sekolah bergegas menyambut upacara Senin saat PTM berlangsung yang kini dibatasi lagi. Menyigi lingkar stadion, menatap bangunan mangkrak. Seingat saya duluuu adalah lapangan tennis outdoor yang lumayan ramai.

Bangunan mangkrak dekat stadion

Mengangguk kepada pesepeda yang parkir sandarkan sepeda disisi tepian kali. Beliau lanjut jalan dan lari-lari kecil mengeilingi stadion. Lah simbok mana kuat berlari, pokoknya kayuh kaki santai saja.

Selepas kawasan stadion melintas di kawasan kuliner pedagang kaki lima (PKL) yang kini ditata lebih teratur. Deretan kudapan dan jajanan klangenan di kawasan stadion. Ada mie ayam hingga kelapa muda. Pagi itu penjaja kuliner sedang persiapan buka dasar.

Pusat Kuliner PKL Salatiga

Melintas di depan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. Duh sudah lama sekali tidak menyambanginya. Perpustakaan dengan tata pajang buku yang menarik. Suasana baca yang membuat betah termasuk penyediaan tempat baca di areal kebun.

Perpustakaan Daerah berlatar G. Merbabu

Belum lagi halaman yang tak pernah lekang dari kegiatan. Pameran dan bazaar buku murah. Juga gelar budaya. Kini alih rupa kegiatan dari luring ke sebagian daring. Perpustakaan bagian dari denyut literasi warga setempat.

Sinar matahari mulai menghangat. Kaki menapak di sepanjang kawasan pendidikan. Yuup jalan Kartini menjadi pusat kawasan pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Gedung sekolah bernuansa bangunan lama berpadu dengan modern.

Teringat masa kejayaan pendidikan guru sekolah dasar. Kala itu Sekolah Pendidikan Guru (SPG) setara SMA menjadi ajang kawah chandradimuka penggemblengan calon guru SD. Siswa tinggal di asrama berdekatan dengan rumah dinas guru pamong.

Menjadi kompleks pendidikan keseharian. Bukan hanya saat jam sekolah, namun kehidupan pasca jadwal sekolah juga menjadi penyempurna kurikulum pembentukan karakter. Kini untuk guru SD dipenuhi dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) setara S1.

Selasar Kartini yang ditata menjadi kawasan terbuka. Paduan dari deretan mahoni penjaga kisah lama. Kini lingkar batang mahoni lebih dari tangkupan sepasang manusia dewasa. Deretan pohon Rejasa dengan (Elaeocarpus grandiflorus J.E. Smith) flora identitas Kota Salatiga.

Mahoni ki Hujan sepanjang jalan Kartini

Kawasan yang tampil ceria dengan aneka pola geometri semarak warna/i. Upaya penyediaan ruang terbuka hijau bagi warga kota. Penghisap karbon dioksida dan pemasok udara segar.

Satu putaran singkat jalan pagi sekitar 30 menitan. Meski belum cukup mendongkrak capaian laju metabolisme basal, juga hanya membakar sekian kalori lumayan untuk melemaskan kaku otot. Memanen sinar matahari pagi seraya gerak kaki ringan.

Mari jaga stamina raga dan jiwa, segar menghadapi hari….