Tag

,

Traveling Tanpa Pusing Biaya Roaming

Traveling dan komunikasi bagaikan dua sisi keping mata uang yang saling melengkapi. Ketenangan seseorang yang sedang traveling dipengaruhi oleh kemudahan komunikasi dengan keluarga yang ditinggalkan. Apalagi kini aneka medsos yang mempermudah komunikasi entah untuk keluarga, pekerjaan ataupun eksistensi diri. Melimpahnya sinyal dan koneksi wifi (apalagi free wifi) adalah dambaan setiap pejalan. Lah bisa bengkak bin pusing dong dengan biaya roaming. Dengan sedikit pengenalan dan pengaturan diri, bisa koq traveling tanpa pusing biaya roaming.

Yook kilas balik sejenak aneka moda komunikasi [dari keterbatasan pengalaman pribadi]

  1. Masa duluuuuuu… Ada masanya komunikasi dengan mengandalkan surat, kartu pos ataupun telegram yang semuanya membutuhkan waktu untuk mendapatkan respon balik. Komunikasi tercepat melalui telepon baik dari rumah maupun telepon umum mulai dari koin hingga kartu telpon dengan aneka disain cantik.
  2. Masa duluuu… Era telepon genggam adalah mudahnya komunikasi hanya dari genggaman kita dapat berkomunikasi dengan kolega ataupun keluarga melalui panggilan ataupun SMS. Awal era ini biaya roaming luar biasa bahkan antar daerah saja terkena charge ini, lokal dan interlokal. Kala mendapat tugas ke luar, kami menonaktifkan telepon genggam. Komunikasi selama di rantau dengan telepon umum maupun surat elektronik. Lumayan kartu telepon disain aneka tempat jadi koleksi anak-anak, lah kalau masih ada sisa pulsa lumayan banyak dalam kartu, bisa dioper dan diterima dengan suka cita oleh teruna kebun yang sedang nyantrik di tempat tersebut.
  3. Saat kami bepergian bersama ibu, lah kalau ini telepon genggam kami aktifkan terus guna mempermudah komunikasi dengan keluarga, masih dengan moda panggilan langsung ataupun SMS. Menderasnya aliran pulsa keluar secara berkala dipasok gantian dari adik-adik demi mendapatkan laporan pertanggungjawaban kondisi ibu selama perjalanan.

    Free wifi

  4. Fasilitas telepon genggam semakin lengkap dengan aneka fitur komunikasi. Saat bepergian, saya nonaktifkan paket data internet. Komunikasi dilakukan dengan panggilan langsung ataupun SMS dengan kesadaran sedotan pulsa lumayan tinggi, serta WA ataupun surel saat ada free wifi semisal di bandara ataupun hotel.
  5. Kini eranya komunikasi instan, pengambilan keputusan secepatnya ataupun berburu update status di medsos, berbagai provider menjajakan aneka paket roaming internasional. Apabila saat kita bepergian termasuk pengambil keputusan yang pendapatnya sangat dinantikan pelaku untuk menjalankan roda tugas ataupun sangat eksis di medsos, pilihan paket roaming internasional sangat tepat. Saat kami bepergian kemarin, sahabat kebun mengambil paket 3 in 1 untuk Eropa 10 hari tambah 3 hari. Paket data internet, telpon maupun SMS yang diaktifkan dari gerai provider langsung untuk mempermudah sahabat berkomunikasi.
  6. Lah saya pribadi dengan pertimbangan dolan nyantai, bukan pengambil keputusan vital dan tidak aktif di medsos memilih menggunakan cara konvensional, isi pulsa secukupnya dan nonaktifkan paket data internet. Komunikasi dilakukan dengan telpon langsung saat menghubungi Ibu, SMS saat memberikan pesan langsung pada mbak ART dengan pesan nggak usah dijawab dan kalau ada yang mau disampaikan lewat anak di rumah yang akan diteruskan via WA. Saat mengatasi pekerjaan yang ternyata tercecer masih bisa dilakukan dengan WA kepada anak untuk membuka file kerjaan dan mengirimkannya ke teman kebun via surel. Melimpahnya wifi gratisan di bandara maupun hotel cukup untuk memenuhi kebutuhan komunikasi termasuk blogwalking. [Bahkan beberapa tempat umum semisal kebun tulip bahkan rest area-pun memberikan fasilitas free wifi]
  7. Nah dengan sedikit pengenalan dan pengaturan diri, bisa koq traveling tanpa pusing biaya roaming. (Semoga menjawab pertanyaan sahabat tentang mengelola biaya roaming saat traveling)
Iklan