Tag

, , , ,

Susuh di Pohon Gandaria

Susuh Gandaria

Susuh Gandaria

Menemukan susuh burung di pohon gandaria di persimpangan kebun sungguh menyenangkan. Pohon gandaria (Bouea macrophylla Griffith) atau nama lokal lainnya jatake, tumbuhan ini menjadi flora identitas Propinsi Jawa Barat. Buahnya mirip mangga membulat, buah muda berwarna hijau lazim dibuat sambal gandaria ataupun rujak. [Kolaborasi gandaria dengan Lombok dijadikan brand dari perusahaan keluarga di Solo dengan aneka produk *Logan*] Daunnya berbentuk lonjong jorong, warnanya cantik sekali saat muda berwarna putih mirip lambaian sapu tangan, lalu berubah menjadi putih hijau muda dan semakin menghijau saat menua.

Dari susuh tersebut tersemat cerita…

Bagi keluarga burung, susuh adalah bagian kenikmatan tiada tara. Susuh adalah ruang dan suasana bercengkerama bersama, susuh adalah wahana berbagi suka dan melipur lara. Tak peduli susuh itu berada, di rumpun gelagah tepian rawa ataupun ranting kecil di rimba beton belantara. Tak peduli susuh itu miliknya sendiri ataupun susuh sewaan sementara.

Semenjak piyik, kanak-kanak burung terbiasa dengan suasana susuh bersama. Setiap sudut susuh menjadi sarana menganyam kebersamaan. Saat keluar sementara dari susuh induknya para anak burung akan bergabung dengan susuh kerabatnya. Tak susah merajut kekerabatan, ada kerabat karena kesamaan tetesan darah ataupun kekerabatan keterdekatan hati.

Susuh persinggahan anak burung mbarep menjadi awal dari persinggahan pergerakan anak-anak burung. Saat anak burung tengah belajar keluar sarang, anak burung mbarep membuka pintu susuh bagi adiknya. Mari dik, tinggal bersama di susuh sewaan kakak, susuh Kebun Karet berbagi kehangatan tempat tinggal, berbagi pecahan bulir bebijian penyusun kekuatan tubuhnya, saling mengingatkan membuka buntalan bekal nasehat induknya. Hingga saatnya si tengah mendapat sewaan susuh di pohon Gandaria.

Susuh di pohon Gandaria

Susuh di pohon Gandaria

Waktu bergulir dengan cepatnya, diiringi puspa asmara dahana dari kawanan kerabat burung, sepasang burung mbarep menyusun susuh di kebun Sukatani. Rerumputan disemennya dengan liurnya sendiri. Anak burung bermetamorfose menjadi keluarga burung muda yang berdikari.

Kini saatnya si ragil kak owl melipat rubuha nyamannya, hinggap di tepian rimba beton. Pola berulang, si tengah bagian dari kerabat Lawu-Merbabu membuka susuhnya. Mari dik, singgah di tempat kakak di susuh pohon Gandaria. Terima kasih pohon gandaria, di susuh rantingmu induk burung menitipkan dua anaknya. Keteduhanmu meneladani si tengah berbagi naungan. Kepakkan sayap tri windu mu owl, arungi kehidupan bagaikan rajawali muda ….rindukan susuh perhentian berikutnya.