Tag

, , , ,

Tertawan di Pulau Sentosa (Blusukan Singapore Chiang Mai 2012, day 2)

Lansekap, penutupan dan tangkapan air di P Sentosa

Kisah Blusukan Singapore Chiang Mai 2012 berlanjut. Setelah hari 1 kami terkejut di Singapore Flyer, bagaimana dengan hari ke 2? Giliran kami Tertawan di Pulau Sentosa, loh koq bisa ya?

Blusukan Singapore Chiang Mai 2012, day 2 Rabu 22 Feb 2012: Tertawan di Pulau Sentosa

Segar setelah istirahat semalam kami mengawali hari baru jelang pk 9 pagi. Saatnya kami keluar dari penginapan. Mari lakukan amatan sekitar penginapan.

Penginapan di daerah lumayan padat pemukiman. Memberi kesempatan meneropong dinamika keseharian. Terlihat awal aneka rumah ibadah. Masjid bersanding dengan gereja berada di pemukiman yang dominan bertanda tempat ibadah Hindu.

Sekilas sekitar penginapan di Little India

Cari sarapan pemasok energi, ganti yook kita incip nasi lemak cita rasa melayu. Asupan protein berupa telor dan daging ayam, campuran kacang tanah teri. Tentunya bukan nasi lemak Kandar yang sohor di KL. Paduan teh tarik melengkapi rasa khasnya.

Kawasan Little India Sing

Menuju stasiun Little India berpanduan peta cetak. Menghidu aroma India di pasar sekitar Stasiun. Aneka bunga puja yang beda gaya. Elemen kuntum anggrek, daun sirih dan semacam rumput melengkapi pengetahuan puspa puja.

Kawasan Little India….

Tatanan pasar lokal dengan dagangan berbaur. Sayuran dan buah yang terlihat sangat segar. Bukankah Singapore lahan terbatas? Yuup utamanya pasokan dari Indonesia dan Malaysia.

Pesona Bunga Puja Rasa Little India
Melongok Pasar Tradisional Sayuran

Tujuan hari ini adalah Pulau Sentosa. Blusukan santai dengan tujuan utama nanti malan menikmati Song of the Sea saja. Destinasi terbatas untuk menghemat energi para emak.

Menikmati suasana stasiun Little India. Terlihat dari luar sangat mungil, ternyata ‘ngerong’ turun tangga dan aneka aktivitas berada di bawah tanah. Menggunakan kartu EZ-link, Kembali berbaur dengan masyarakat local pengguna MRT. Perjalanan di jam kerja sehingga terasa lebih longgar.

Kami menuju stasiun Harbourfront kemudian disambung dengan bus menuju P Sentosa. Nanti saat pulang mencoba moda lain monorail keluar dari P Sentosa. Menikmati moda transportasi yang saling terintegrasi.

Tertawan di Pulau Sentosa

Kami menyusuri P Sentosa tanpa ekspektasi berlebihan. Benak kami terisi ini adalah kawasan yang dipenuhi dengan teknologi untuk memikat wisatawan menggelontorkan dolarnya. Teknologi yang menyulap suatu kawasan. Tentunya mengutamakan aura modern praktis.

Eh makin dijalani blusukannya terasa bagaimana hijau lingkungan berdampingan dengan konstruksi buatan. Menata harmoni bangunan menjulang menjadi elemen dari kawasan tetap hijau. Tergerus rasa pertentangan teknologi ekologi menjadi harmoni yang menawan. Eh tertawan kami di Pulau Sentosa. Niat dan upaya menyatukan teknologi yang menopang ekologi hijau.

Apa saja sih yang kami lakukan?

Sekitar pk 11.25 kami menjejak di lokasi The Forum. Serasa memasuki gerbang dunia hiburan. Warna merah ceria sangat terasa suasana tahun baru Imlek masih melekat.

The Forum, tertawan rumpun anggrek

Casino megah berpadu lampion dengan tema tahun naga yang menggantung mengawal perputaran dolar di Sentosa. Tetap terpikat dengan tampilan 3 pot gentong raksasa penuh rumpun anggrek dendrobium putih dan ungu.

Generasi muda memenuhi Singapore Universal Studio

Singapore Universal Studio. File foto berjejak 11.35. Apakah kami emak empat sekawan masuk wahana ini? Sejak awal kami tidak berencana masuk. Setiap emak tentunya ingin menikmatinya bersama keluarga terkasih.

Bila berencana masuk lebih baik pesan sejak awal secara on line. Selain menjamin dapat slot masuk juga berpeluang mendapatkan tiket promo. Lazimnya pengunjung seantero , kami hanya memeteraikan kehadiran dengan foto berlatar bola dunia. Sah sudah

Water front dan Maritime Experimental Museum and Aquarium

Klinong-klinong di sekitarnya. Membawa langkah, 11.50-12.55 di Water front. Tampilan utama adalah air mancur bergantian. Kalau melihat foto kekinian sering untuk parade aneka event.

Masih di lokasi berdampingan adalah Maritime Experimental Museum dan Aquarium. Saling menyelaraskan minat dolan, cukup potret fasade depan aja. Cukup banyak point menarik di sekitarnya entah untuk dijabanin ataupun sekedar melongok.

Kami mengitari taman yang berada di sekitar kawasan ini. Menikmati tatanan pola arsitektura taman ataupun elemen penyusunnya. Keindahan sekaligus penyerap polutan dari kerumunan pengunjung.

Makan siang dulu yook

Pk 12.55 saatnya kami makan siang. Tersedia aneka tempat, pilihan kami di Malaysian foodcourt depan Universal Studio. Jam makan siang, setiap kita perlu sabar antri di barisan depan resto yang kita inginkan.

Usai makan siang kami ngadem di bagian Sentosa Visitor Center dengan arsitektura apik dan warna oranye gonjreng. Pengunjung dapat memilih dan pesan tiket pertunjukan ataupun wahana yang diminati. Lahkami sekalian beli tiket untuk pertunjukan Song of The Sea yang awal 19.40-20.40.

Tetiba sahabat kebun teringat bawaan berisi bekal tertinggal di area Water Front, mbakyu kebun sangat ingat di mana beliau meletakkannya. Tak lama berselang beliau Kembali dengan tentengan miliknya. Luar biasa dislempitkan di tanaman perdu dan masih utuh meski berselang.

Belajar under water?

Pk 14an saatnya geser ke bagian wisata edukasi bawah air. Kami memilih moda transportasi bus yang berkeliling Kawasan Pulau Sentosa. Ada line bus dan gratis yang terbagi antar kawasan.

Wisata edukasi yang sangat menarik, kamipun juga ingin menikmati bersama keluarga. Lah ini serasa kami emak berempat sedang survey saja, kembali menikmati dari luar.

Lanjut yook muter lagi dengan bus line yang berbeda. Suasana dalam bus relatif sepi tidak sampai berjejal. Salah satu keuntungan pergi bukan pada masa liburan dan di jam kerja. Terbayang saat peak kunjungan bakalan berjubel.

Pantai seputaran Pulau Sentosa

Pk 15.15 saatnya mubeng-mubeng antar pantai dengan moda transportasi tram. Dari bus yellow line oper ke beach tram yang terintegrasi. Ini catatan dan jejak gambar yang terjepret. Pantai Siloso di ujung Barat dengan jajaran pohon kelapa, Pantai Palawan di sisi Barat Daya, dan di bagian Selatan adalah Pantai Tanjong dengan vegetasi pembeda si pandan laut.

Works in Progress…. teknologi harus diselaraskan dengan ekologi

Bagaimana Singapore merancang kawasan wisata termasuk wisata alamnya? Mengingat negara ini berukuran mungil dengan potensi sumber daya alam yang tidak melimpah. Kreativitas dan komitmen. Pantai yang tertata ini bukan ‘nature’ begitu, ada pogress upaya yang luar biasa. [Kawasan wisata pantai kita memiliki keberagaman yang luar biasa baik dari lansekap pun budaya penyertanya]

Senyampang menyoal kreativitas dan komitmen merawat alam, ini tangkapan kamera ponsel untuk sebagian kecil taman dan penataan kawasan hijau. Memadukan keindahan, tutupan tanah dan resapan air. Pulau Sentosa termasuk kawasan resapan air mengingat persentase bangunan dan ruang terbukanya.

Tangkapan flora fauna

Begitupun diantara pilihan transportasi keliling Pulau Sentosa. Selain bus dan tram tersedia go green mobility berupa sepeda dan semacam Segway electric scooter.

Wira-wiri di Sentosa

Lepas keliling dengan tram, kami kea rah wahana Song of The Sea sekitar pk16. Terlihat indoor sky diving, lah emak-emak bukan mau sky diving pacu adrenalin. Hanya mampir nyemil di McD.

Anyone can fly menggapai impian

Teman-teman menjajal naik kursi terbang si chairlift alias sky ride. Antri sekitar 30 menit sebelum naik. Lah simbok ngapain? Simbok penyuka cable car namun rada gamang kalau ikutan chairlift yang sangat terbuka.

Flying chair

Jelang pk 17 kelar sudah dari wahana chairlift. Emak bertiga merasa sempoyongan lumayan pusing menatap dari ketinggian dengan kursi terbuka. Lah kenapa simbok nggak cerita kalau bikin rada pusing, lah nanti memotong rasa penasaran.

Yook saatnya rehat ngaso dan ngemil di taman dekat wahana Song of The Sea. Nyemil es krim pastinya segar di saat udara panas. Kebiasaan mengelola sampah di kawasan wisata oleh pengunjung sangat baik. Terbentuk kebiasaan membuang pada tempatnya, atau mengantongi dulu sebelum jumpa tempat sampah. Iseng tebakan bikin nyeri hati saat ada pengunjung berbahasa Indonesia, nanti sampahnya dibawa nggak ya.

Song of The Sea

Waktu masih menunjukkan pk 18.20 an, kurang sejam lagi dari pertunjukan, antrian mulai dibuka. Bergelombang calon penonton pertunjukan memasuki arena. Berupa theater terbuka dengan tempat duduk bertingkat, di belakang lebih tinggi.

Lumayan hadir awal, dapat memilih tempat duduk yang dirasa nyaman bidang pandangnya. Eh ladhalah gentian simbok tertinggal tentengan di luar, saat kami duduk nyantai dan pepotoan. Izin keluar dan menghampiri petugas di luar seraya memerikan ciri tentengan.

Sambil tersenyum petugas mengulurkan tentengan yang tertinggal dan diamankan tim. Pralansia dan tentengan yang teringgal. Pengingat meminimalkan bawaan, hanya yang melekat di badan via tas selempang saja hehe.

19.40-20.40 pertunjukan Song of The Sea berlangsung. Menurut simbok, Song of The Sea adalah pertunjukan spektrakuler nyanyian laut. Pertunjukan yang bertumpu pada teknologi laser, efek air dibalut budaya kelokalan. Mengundang decak kagum dan gemerincing aliran dolar.

Sing of The Sea (harmoni teknologi dan budaya lokal)

Kembali pada simpul, niat dan upaya memadukan teknologi dan menautkan pada akar budaya. Entah rasanya sekarang wahana ini sudah diupdate dengan pertunjukan yang lain.

Saatnya kembali ke penginapan. Berawal dengan moda monorail lanjut MRT ke Stasiun Little Indian. Luar biasa geliat pasar lokal tidak pernah tidur. Pelaku agribisnis masih berkutat di pasar sayur. Kami mencoba delima merah yang ranum.

Seraya jalan kaki ke penginapan, sempat mengintip toko khas India dengan tekstil, sari pun hiasan gelang kroncong dll. Nah bagian toko yang ini sudah persiapan mau tutup. Kamipun bergegas melewati jalanan yang makin sepi.

Lanjut makan malam sebelum masuk ke penginapan. Memilih cara mudah dengan ulangi tempat makan malam sebelumnya. Ayook pilih menu dengan asupan energi tinggi jaga stamina. Saatnya tidur nyenyak himpun energi baru untuk hari berikutnya.

Sampai jumpa di kisah blusukan Singapore-Chiang Mai hari ke 3. Seperti apa ya? Untuk seseruan dolan Singapore-Chiang Mai ala kami bisa dilihat di sini.