Tag

, , , ,

Sepanjang Jalan Merdeka Timur Boyolali

Kembali menyapa blog yang lama tidak diupdate. Selaku simbok mager alias malas gerak, adakalanya dipacu sedikit jalan kaki. Nah ini cerita jalan kaki di Jalan Merdeka Timur Boyolali.

Gerbang Merdeka Timur Boyolali

Perjalanan dari kaki G. Merbabu ke Yogyakarta tersedia beberapa jalur. Salah satunya melalui jalur Boyolali, Klaten masuk Yogyakarta. Bonusnya singgah jalan kaki sejenak di Boyolali.

Jalan Merdeka Timur merupakan jalan utama kompleks perkantoran satu pintu layanan di Boyolali. Belok dari jalur raya Solo-Boyolali ke arah Selatan. Tidak terlalu panjang hanya sekitar 1 km. Mari awali dari pojok Utara dekat penanda patung Soekarno di depan Samsat Boyolali.

Kawasan yang berkembang pesat dengan arahan yang apik. Berawal dari kunjungan saat Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2016 yang dipusatkan di Boyolali. Terkesan dengan rancang tata kota kantor layanan 1 kompleks.

Menatap monumen jagung, berdiri anggun tersepuh tembaga. Pewarta jagung dan tembaga bagian dari komoditas unggulan Boyolali. Saat HPS monumen tersebut tersusun dari jagung beneran.

Jagung tembaga menjulang

Kawasan berdandan tidak hanya perkantoran. Sejumlah penginapan juga aneka kuliner tersedia sepanjang jalan ini. Mau kuliner gaya lokal semisal soto hingga kuliner gaya kekinian pun tempat ngopi.

Kantor Bupati, gedung DPRD berada di kompleks ini. Begitupun Alun-alun Kidul (Selatan) melengkapi Alun-alun Lor (Utara) di dekat pintu keluar toll Semarang-Solo. Boyolali memiliki keunggulan ternak sapi dengan aneka produk turunannya dari daging hingga susu. Nah di sini dijumpai patung sapi ukuran raksasa.

Merdeka Timur Boyolali

Tertangkap kamera ibu muda membawa buah hatinya naik bendi berhias di kawasan ini. Nah kan kawasan yang ramah buat pejalan kaki hingga penikmat delman.

Naik delman yook

Kenapa sih simbok suka menikmati kawasan ini? Mata hijau simbok terpuaskan oleh warna/i aneka jenis tanaman di sepanjang jalan ini.

Terbelalak menikmati tanaman pohon sosis (sausage tree) si Kunto Bimo alias sosis raksasa (Kigelia africana) dengan buah yang menggelantung. Awas hati-hati kebabit Kunto senjata Bimo Pandawa.

Buah Sosis aka Kunto Bimo

Beberapa pergola dihiasi tanaman merambat markisa merah (red passiflora) menebar bunga berukuran jumbo. Menemani deretan si pucuk merah di sepanjang jalan. Tanaman di jalur tengah pemisah jalur adalah deretan kelapa sawit. Tidak harus ke kebun sawit Kalimantan untuk melihatnya.

Pucuk merah, markisa merah, tanaman bisbul dan ladang singkong paduan merah hijau

Kebun kosong yang belum digunakan sebagai perkantoran masih ditanami singkong yang tumbuh subur. Kebun sebagai penyeimbang arsitektura taman jalan.

Makin terpikat kala jumpa tanaman bisbul (Diospyros blancoi). Berkali memotretnya dari buah muda hingga menua. Hehe belum kebagian saat panennya, kebayang buah membola berkulit beludru kemerahan lazim disebut velvet apple.

Buah Bisbul

Keragaman dibingkai di jalur Merdeka Timur. Setidaknya terdapat bangunan ibadah dari gereja, masjid maupun pura. Masyarakat majemuk pendukung kesatuan.

Masjid Ageng Jl Merdeka Timur Boyolali
Pura Bhawana Tata Boyolali
Alun-alun Kidul Boyolali

Ini dia si sawo kecik di seberang Alun-alun Kidul. Sawo kecik (Manilkara kauki) seringkali digunakan sebagai penanda sarwo becik, kesamaan bunyi yang berarti serba baik. Sawo kecik yang akrab dijumpai di halaman keraton. Serba baik yang diterjemahkan dalam seluruh lini kehidupan.Yuup selintas jalan di sepanjang ruas Merdeka Timur Boyolali. Hijau dan warna/i penyejuk mata dimeteraikan di blog simbok.

Sawo kecik…. perlambang serba baik