Tag

,

Ruang Terbuka Hijau dan Gerak Badan

Gerak badan yook….

Kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka hijau untuk gerak badan adalah mutlak. Masa kecil kami, biasa lah berjalan di pematang sawah hijau. Paru-paru menyedot udara segar, tangan kaki terendang membentuk keseimbangan, kalau tidak mau byuur kecemplung lumpur.

Atau kami berlarian antara barisan jagung pun singkong. Tak perduli tangan terasa perih saat keringat berpadu dengan bekas goresan dedaunan jagung yang lumayan tajam. Sesekali mengikuti perhelatan jejeritan nonton pertandingan sepak bola antar kampung di lapangan desa yang sederhana.

Untuk kami yang bermukim di kaki Merbabu masih lumayan gampang mencari ruang terbuka hijau untuk sekedar gerak badan. Keringat, dibarengi ayunan kaki nyantai sekuat tenaga simbok simbah. Segarnya udara dan mengalirnya rasa tenang santai.

hijau….gerak badan yook…

Bagaimana dengan warga perkotaan urban pinggiran. Tetap bisa koq menikmati gerak badan ringan di ruang terbuka sekitar rumah. Pengembang permukiman juga dituntut menyediakan ruang terbuka hijau di kompleks yang dibangun.

Ini gaya biasa simbok blusukan saat tilik anak cucu. Menyigi ruang terbuka hijau dan gerak badan di sekitar tempat tinggal.

Ruang terbuka hijau di kawasan ini cukup memadai. Sejak dari pintu gerbang utama terpampang boulevard nan hijau. Sediaan oksigen segar dan ruang gerak badan. Tidak harus lah masuk ke ruang sport club berbayar.

Ragam gerak badan di pemukiman

Sore itu lumayan peminat gerak badan di jalan utama. Beberapa peserta berjalan dengan kecepatan penuh. Juga ada yang berjalan santai keluarga. Wuiss beberapa berlari kecil memacu dan menjaga stamina detak jantung.

Gowes keluarga muda di pemukiman

Melintas pula pegowes dengan kecepatan lumayan. Menarik menikmati keceriaan pegowes sekeluarga. Pegowes kekinian yang merangkap vlogger. Lah bagaimana dengan simbok…. hehe pastinya berjalan santai disertai rasa kepo.

Segarnya bawah trembesi

Selain ruang terbuka hijau berupa bantaran jalan utama juga masih tersedia hamparan hijau lain. Nampaknya calon bagian perumahan yang belum dibangun. Berjajar rapi barisan trembesi. Spot ini nampaknya cukup terkenal. Selain kami terlihat beberapa pejalan yang singgah di bagian ini.

Nah kali lain, simbok blusukan ke perumahan yang berbeda. Sejak bagian depan terasa sesuatu yang menarik. Kawasan pemukiman di tepian jalan toll. Bentang lahan juga tidak datar.

Ooh untuk mengatasi drainase kawasan, terdapat parit kecil di bagian lembah untuk menampung dan mengalirkan limpasan permukaan. Nah, jangan bayangkan parit yang kumuh. Kawasan ini ditata menghijau, lumayan menjadi ruang terbuka hijau meski luasan terbatas.

Parit menjadi ruang terbuka hijau

Saat simbok jalan ringan, pinggiran kali kecil ini untuk bercengkerama warga. Ada yang momong buah hati sambil menyapa ringan tetangga. Beberapa duduk santai di bawah pohon tepian kali.

Sore yang berbeda blusukan di perumahan yang menggunakan sungai sebagai daya tarik pemasannya. River side temanya. Perumahan yang masih dalam tahap perampungan pembangunan.

Gerak badan di ruang terbuka hijau…..

Kebutuhan warga untuk gerak jalan di ruangan terbuka hijau, dituntaskan di kawasan ini. Mumpung belum operasional penuh. Kebayang saat stasiun LRT sudah beroperasi, tingkat hunian meningkat pastinya jalan utama ini akan ramai.

Semoga ada sisi lain yang ditawarkan. Kalau lihat dari rancangannya akan tersedia ruang terbuka hijau di tepian sugai. Tanggung jawab pengembang menyediakan ruang terbuka menjadi pertimbangan bagi calon pembeli. Mari nikmati ruang terbuka hijau di sekitar tempat tinggal kita untuk sedikit gerak badan. Menjaga stamina menjaga rasa santai segar. Salam sehat.