Tag

, , , , ,

Pohon yang Terluka

Pohon yang terluka_2

Pohon yang terluka

Beberapa waktu lalu, saat menikmati pepohonan jati kebon (jabon) di kebun tetangga terlihat sesuatu yang agak beda. Diantara pepohonan yang tumbuh tegak lurus mengarah ke sumber cahaya terlihat satu pohon yang tumbuh lurus di batang bawah lalu sedikit membengkok di bagian tengah kemudian kembali tegak di bagian atasnya. Amatan sedikit lebih detail, ooh ternyata tepat di bagian bengkok tersebut terlihat tanda bekas luka yang melingkar.

Meski setiap hari melewati kebun tersebut, saya tidak tahu entah mengapa pohon tersebut terluka dugaan saya bagian pucuk pohon tersebut sempat ‘pepes’ atau terkulai namun tidak patah. Saat pohon jabon pepes secara internal pohon tersebut memiliki kemampuan bertahan, kemampuan memulihkan diri sendiri. Semesta lingkungannya mendukungnya, pepohonan yang ditanam agak rapat membuat antar tajuk tanaman saling menopang sehingga pucuk yang terkulai semplah tersebut tidak menjadi patah namun berproses untuk kembali tegak.

Proses tersebut meninggalkan bekas berupa kalung luka yang kentara, membesar seiring pertumbuhan diameter batang pun bengkokan yang khas. Pada saatnya dipanen kelak pohon yang terluka tersebut mungkin tidak dapat digunakan sebebas pohon yang tumbuh sehat sejak awal. Namun pohon tersebut tetap memberikan kemanfaatan bagi pemiliknya. Bahkan di tangan perajin seni bengkokan tersebut dapat dimanfaatkan secara khas.

Melihat pepohonan tersebut sesaat terasa pembelajaran dari alam. Setiap pohon menurut hakekatnya tumbuh ke atas secara lurus. Namun ada kalanya sebuah pohon terluka, kemampuan pemulihan diri dan topangan semesta sangat berperan. Sang pohon terluka tidak memperdulikan bekas luka dan bengkoknya, darmanya adalah tumbuh membesar meninggi, pemanfaatnya terserah kepada sang pemilik dan pengguna.

Rasa-rasanya pohon yang terluka dan pepohonan sekitarnya ibarat kehidupan manusia dan lingkungan keluarganya. Saat seorang anggota keluarga ‘pepes’ semplah nyaris terluka, bagaimana individu tersebut mengoptimalkan kemampuan bertahan, kemampuan memulihkan diri (self healing) sehingga tidak patah tak tersambungkan lagi. Dukungan semesta dari lingkungan terkecil dalam hal ini keluarga dan meluasnya dukungan menjadi sangat berarti. Keberanian pohon terluka dan ketidak resehan pohon-pohon sekitarnya untuk tidak terfokus menatap bekas luka dengan cara fokus bertumbuh membesar dan meninggi juga mengajarkan kepada kita untuk tidak melulu fokus pada bekas luka, saat semplah saja.

Aneka penyebab semplah maupun terluka, dukacita yang mendalam, kekecewaan, penyakit yang nyaris tak tertanggungkan. Teringat dengan terapi taman penyembuhan healing garden yang dilaksanakan di RS Panti Rapih Yogyakarta yang menerapkan program ini. Pasien baik rawat inap maupun rawat jalan yang berminat diajak ke taman dengan pepohonan rindang, suasana alam warna-warni, bersama dukungan keluarga terkasih serta tenaga kesehatan. Komunitas ini bergembira menyatu dengan alam tidak memfokuskan diri pada luka atau penyakit yang dideritanya yang sempat saya posting sebelumnya, ada saling sharing, menyanyi bersama atau meditasi bersama alam.

Mengamati sekilas pohon yang terluka diingatkan pada penggenapan janji bahwa rayung kang pepes tumelung ora bakal kakethok, buluh yang terkulai tak akan dipatahkan bahkan akan dijadikan berharga. Terima kasih pohon terluka yang telah memberikan pengajaran bertahan, saling mendukung dan mengalahkan bekas luka. Selamat berproses selalu bertumbuh.