Monthly Archives: Februari 2012

Apa Tumon? Menjahitkan Sepatu ke Negeri Gajah

Apa Tumon? Menjahitkan Sepatu ke Negeri Gajah

Panjebar Semangat (menggunakan huruf j bukan y) adalah mingguan berbahasa daerah Jawa yang diterbitkan di Surabaya, sangat populer bagi generasi kasepuhan. Salah satu rubrik yang menjadi klangenan adalah Apa Tumon? berisi kisah-kisah lucu kadang setengah konyol. Konon mampu mentertawakan diri sendiri baik untuk kesehatan jiwa dan raga. Baca lebih lanjut

Pohon Kanon si ‘Peluru Meriam’ alias Pohon Sala

Pohon Kanon si ‘Peluru Meriam’ alias Pohon Sala

bunga buah 'peluru'-rynari

Bunga cannonball tree by rynari

Menjumpai pohon dengan penampilan unik di perjalanan, batang kekar berdaun rimbun, di sepanjang batangnya bergelantungan buah bundar berdiameter sekitar 20 cm, mirip bola peluru pada atletik tolak peluru, beberapa menjuntai hingga permukaan tanah. Penampilan bunganyapun cantik dengan warna oranye cerah, berukuran besar dan menguar bau harum. Tangkai bunga berpangkal dari pohon utama mirip tanaman kepel. Beruntung menjumpai pohon yang sama di Botanical Garden Singapore dan mendapatkan nama Couroupita guianensis di papan namanya, yang didentifikasi oleh ahli botani dari Perancis, J.F. Aublet pada tahun 1755. Baca lebih lanjut

Pesona Bir Pletok

Pesona Bir Pletok

bir pletok

bir pletok di Bandungan

Menikmati udara pegunungan yang sejuk dingin terasa lebih nikmat diiringi dengan minuman hangat. Salah satu hotel di kawasan Bandungan Semarang, menyajikan minuman bir pletok sebagai minuman selamat datang bagi para tamu yang disajikan secara apik dalam gambar di kepala halaman webnya. Bir? Meski namanya bir pletok minuman ini tidak beralkohol, jahe sebagai bahan dasarnya memberikan rasa hangat  juga aneka manfaat bagi kebugaran. Baca lebih lanjut

Dinamika Kereta Kuda

Dinamika Kereta Kuda

Kereta kuda merupakan bukti dinamika peradaban manusia di bidang transportasi. Pada awalnya manusia mempergunakan ke dua kakinya untuk pergi dari satu tempat ke tempat yang lain, hingga akal dan budinya menuntun dengan melibatkan kuda untuk mencapai tujuannya.

Kereta kuda juga berkaitan erat dengan budaya. Para petinggi yang semula dilayani dengan cara ditandu dengan tenaga manusia, menjadi ditandu dengan kereta berhias megah yang ditarik kuda gagah. Hampir di setiap keraton mengabadikan era keemasan kereta kuda dengan kereta kencananya. Baca lebih lanjut

Doa Seorang Anak

Musik/Lagu : Kriswidianto
Syair : Yulia Pardede
Arrangement : Kriswidianto

Doa Seorang Anak

Di dalam doamu, kau sebut namaku
Di dalam harapmu,
kau sebut namaku (kau ingat diriku)
Di dalam segala hal, namaku di hatimu.

Tak dapat kubalas cintamu ayahku
Tak ‘kan kulupakan nasehatmu ibu.
Hormati orang tuamu
Agar lanjut umurmu di bumi.

T’rima kasih ayah dan ibu
Kasih sayangmu padaku
Pengorbananmu meneteskan peluh
‘tuk kebahagiaanku.

Tuhan lindungi ayah ibuku
Dalam doa kuberseru
Tetes air matamu yang kau tabur dituai bahagia.
Tetes air matamu yang kau tabur dituai bahagia.

Lagu ini biasanya dinyanyikan untuk mengiringi acara sungkeman pengantin kepada ayah bunda, mohon doa restu agar selamat mengayuh biduk keluarga dalam mengarungi samudera kehidupan. Ada tetes air mata sang pengantin putri, ada rasa haru di kalbu sang ibunda, ada mata berkaca-kaca hadirin yang menyaksikan. (gambar latar dari sini)

Ikut belajar di kelas tutorial  Pak Mars

Bunga Purna Bakti

Bunga Purna Bakti

Aku adalah bunga berwarna putih semu kekuningan; sederhana tidak menonjol di kerimbunan hijauan daun; berukuran sedang dengan keharuman kalem semerbak; beberapa saat setelah mekar aku meluruhkan diri; memberi tempat kepada adik adikku kuntum bunga baru; akupun siap purna bakti dan berdaurulang memberikan sari tubuhku sebagai makanan bagi masyarakatku; namun sebelumnya aku memberikan kesenangan bagi yang suka; karena bentuk tubuhku lucu mirip cumi-cumi si Squidward dalam film kartun Spongebop; siapakah aku??? Baca lebih lanjut

Bertudungkan Daun Talas

Bertudungkan Daun Talas

Saat musim hujan kita sering menikmati parade warna warni payung indah di jalan. Tadi sore saya berpapasan dengan seorang bapak yang melenggang santai di tengah hujan yang lumayan deras dengan bertudungkan daun talas. Bertudungkan? ya benar bertudung karena yang terlindungi nyaris hanya bagian kepala. Sungguh pemandangan yang tidak biasa di era sekarang ini. Pikiranpun melayang ke puluhan tahun silam saat daun pisang dan daun talas menjadi sahabat manusia di kala hujan. Baca lebih lanjut